jual rumah villa di lembang bandung

Tips Membeli Rumah Baru Dari Developer Perumahan. Jangan Sampai Tertipu!

Enggak berkenan dong tertipu pas membeli rumah? Yuk, lihat cara dan tips membeli tempat tinggal baru dari developer perumahan yang mesti dipahami, khususnya terkecuali anda dambakan Kredit Pemilikan Rumah (KPR).

Membeli tempat tinggal baru dari developer sebetulnya memudahkan namun dibutuhkan kehati-hatian.

Karena sanggup saja terlihat persoalan dari developer yang memicu terhambatnya proses pembelian tempat tinggal nantinya.

Oleh karena itu, dibutuhkan perhatian didalam membeli tempat tinggal lewat developer.

Supaya anda enggak tertipu, lihat tipsnya di bawah ini ya!

Tips Membeli Rumah Baru dari Developer jual rumah villa di lembang bandung

1. Cek Reputasi Developer

Tips membeli tempat tinggal baru dari developer yang pertama adalah mengkaji reputasi pengembang.

Pastikan anda pilih developer yang telah terpercaya.

Kamu sanggup mengecek reputasi pengembang dengan melihat testimoni konsumen di media massa, liputan berkaitan proyek pengembang dan lainnya.

Selain itu, anda sanggup berkonsutasi kepada REI atau Yayasan Lembaga Konsumen dan Lembaga Advokasi Konsumen Properti Indonesia.

Adapun keliru satu cara mengukur reputasi adalah melihat kelengkapan izin developer, pada lain:

Izin Peruntukan Tanah: Izin Lokasi, Aspek Penata-gunaan lahan, Site Plan yang telah disahkan, SIPPT (Surat Izin Penunjukkan Penggunaan Tanah), nomer sertifikat tanah, surat Izin Mendirikan Bangunan (IMB), Surat Izin Penggunaan Bangunan (IPB)
Prasarana telah tersedia
Kondisi tanah matang
Sertifikat tanah sedikitnya SHGB atau HGB Induk atas nama developer
IMB Induk

2. Periksa Sertifikat

Ada sejumlah proses yang mesti dilewati hingga sertifikat menjadi nama pembeli.

Selama sertifikat masih atas nama developer, implikasinya adalah:

Sulit take over kredit ke bank lain
Umumnya, bank tidak dapat bersedia menerima take over terkecuali status sertifikat belum SHM atas nama pemilik.

Penjualan tempat tinggal sulit
Selain itu, penjualan tempat tinggal condong sukar ditunaikan karena calon konsumen tidak dapat sanggup mendapatkan SHM.

Sementara SHM itu penting bagi konsumen sebagai jaminan legalitas kepemilikan tanah dan bangunan.

Oleh karena, penting sekali memastikan ke pengembang, kapan sertifikat berubah menjadi atas nama pembeli.

Di didalam perjanjian jual membeli kebanyakan telah dicantumkan tujuan penyelesaian sertifikat.

Cari tahu apakah tujuan selanjutnya ditepati atau tidak.

3. Jangan Membayar Uang Muka sebelum akan KPR Disetujui

Tips lainnya yang mesti diperhatikan adalah membayar uang wajah dengan sebutan lain DP sebelum akan KPR disetujui.

Perlu diingat bahwa tidak ada jaminan bahwa bank tentu menyetujui pengajuan KPR biarpun pengembang telah bekerja mirip dengan bank.

Pasalnya, bank tidak cuma melihat pengembang, namun termasuk mengevaluasi kapabilitas keuangan konsumen untuk melunasi cicilan.

Oleh karena itu, sebaiknya pembayaran DP ditunaikan sesudah ada ketetapan persetujuan KPR.

Jika belum ada keputusan, sebaiknya anda tidak membayar DP karena terkecuali nanti ternyata KPR tidak disetujui, anda mesti meminta lagi DP dan itu kebanyakan tidak ringan (selalu ada potongan).

4. Pastikan Sertifikat Sudah Balik Nama
Status sertifikat yang masih atas nama developer dan belum balik atas nama konsumen memicu take over kredit ke bank lain sukar dilakukan.

Pihak bank yang dapat mengambil alih kredit (take over) dan meminta sertifikat atas nama pihak yang mengajukan kredit.

Karena bank dambakan secara hukum sanggup mengikat tempat tinggal yang di KPR itu sebagai jaminan.

Beberapa bank masih berkenan menerima take over kredit terkecuali pengembangnya telah kerja mirip dengan bank.

Namun, proses ini masih mesti dipastikan lagi di tiap-tiap bank.

Oleh karena itu, terkecuali anda berpikir melaksanakan take over kredit, misalnya, karena alasan cicilan yang memberatkan dan bunga yang tinggi, pastikan dahulu status sertifikat tempat tinggal apakah telah atas nama konsumen atau belum.

5. Periksa IMB Perumahan

Izin Mendirikan Banguna (IMB) merupakan landasan resmi untuk kita mendirikan bangunan, yang di dalamnya dicantumkan knowledge bangunan.

Mulai dari peruntukan, kuantitas lantai dan detail tekhnis yang menjadi lampirannya.

Berdasarkan IMB, bank atau pihak lain sanggup menilai bahwa bangunan yang menjadi jaminan KPR dibangun cocok peraturan.

Oleh karena itu, pastikan bahwa bangunan memiliki IMB.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *